A.
Pendahuluan
Filsafat
adalah suatu olah pikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam
pikiran kita. Para pendahulu kita telah lama melakukan filsafat, mereka adalah
filsuf-filsuf yang sangat hebat. Dengan adanya mereka, lahirlah ilmu
pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia di jagad raya ini.
Aliran-aliran filsafat barat banyak mempengaruhi ilmu pengetahuan saat ini. Filsafat
dan ilmu adalah suatu yang berbeda namun tak dapat dipisahkan. Dengan adanya
filsafat akan dapat lahir suatu ilmu pengetahuan, sebaliknya dengan adanya
perkembangan ilmu pengetahuan dapat memperkuat keberadaan filsafat. Pada kajian
ini akan dibahas tentang perkembangan filsafat dari zaman yunani kuno hingga awal
abad 20.
B. Yunani Kuno (Sebelum Masehi)
Pada
saat mengaji filsafat Yunani, para sarjana filsafat mengatakan bahwa itu
berarti menyaksikan kelahiran filsafat. Filsafat yunani merupakan pengantar
pada perkembangan pemikiran filsafat. Salah satu tokoh terkenal pada masa ini
yaitu Pythagoras. Ajaran-ajarannya yang
pokok adalah pertama dikatakan bahwa jiwa tidak dapat mati. Sesudah kematian
manusia, jiwa pindah ke dalam hewan, dan setelah hewan itu mati jiwa itu pindah
lagi dan seterusnya. Tetapi dengan mensucikan dirinya, jiwa dapat selamat dari
reinkarnasi itu. Kedua dari penemuannya terhadap interval-interval utama dari
tangga nada yang diekspresikan dengan perbandingan dengan bilangan-bilangan,
Pythagoras menyatakan bahwa suatu gejala fisis dikusai oleh hukum matematis.
Bahkan katanya segala-galanya adalah bilangan. Ketiga mengenai kosmos,
Pythagoras menyatakan untuk pertama kalinya, bahwa jagat raya bukanlah bumi
melainkan Hestia (Api), sebagaimana perapian merupakan pusat dari sebuah rumah.
Pada jaman Pythagoras ada Herakleitos di kota Ephesos dan
menyatakan bahwa api sebagai dasar segala sesuatu. Api adalah lambang
perubahan, karena api menyebabkan kayu atau bahan apa saja berubah menjadi abu
sementara apinya sendiri tetap menjadi api. Herakleitos juga berpandangan bahwa
di dalam dunia alamiah tidak sesuatupun yang tetap. Segala sesuatu yang ada sedang
menjadi. Pernyataannya yang masyhur "Pantarhei kai uden menei" yang
artinya semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap. Namun
berbeda dengan Herakleitos, Parmenides
berpendapat bahwa yang ada ada, yang tidak ada tidak ada. Konsekuensi dari
pernyataan ini adalah yang ada
1. satu dan tidak terbagi,
2. kekal, tidak mungkin ada perubahan,
3. sempurna, tidak bisa ditambah atau
diambil darinya,
4. mengisi segala tempat
Dari
empat konsekuensi tersebut dapat disimpulkan bahwa Parmenides berpendapat bahwa
tidak mungkin ada gerak atau tetap. Ini berkebalikan dengan pendapat
Herakleitos. Parmenides merupakan filsuf pertama yang disebut sebagai peletak
dasar metafisika.
Socrates
Filsafat dalam periode ini ditandai
oleh ajarannya yang "membumi" dibandingkan ajaran-ajaran filsuf
sebelumnya, mengkonsentrasikan diri pada persoalan alam semesta sedangkan
Socrates mengarahkan obyek penelitiannya pada manusia di atas bumi. Socrates
memulai filsafatnya dengan bertitik tolak dari pengalaman keseharian dan
kehidupan kongkret. Menurut Socrates tidak benar bahwa yang baik itu baik bagi
warga negara Athena dan lain lagi bagi warga negara Sparta. Yang baik mempunyai
nilai yang sama bagi semua manusia, dan harus dijunjung tinggi oleh semua
orang. Pendiriannnya yang terkenal adalah pandangannya yang menyatakan bahwa
keutamaan (arete) adalah pengetahuan, pandangan ini kadang-kadang disebut
Intelektualisme etis. Dengan demikian Socrates menciptakan suatu etika yang
berlaku bagi semua manusia. Sedangkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan
Socrates menemukan metode induksi dan memperkenalkan definisi-definisi umum.
Plato
Plato adalah murid dari Socrates.
Hampir semua karya Plato ditulis dalam bentuk dialog dan Socrates diberi peran
yang dominan dalam dialog tersebut. Sekurang-kurangnya ada dua alasan mengapa
Plato memilih yang begitu. Pertama, sifat karyanya Socratik – Socrates berperan
sentral – dan diketahui bahwa Socrates tidak mengajar tetapi mengadakan tanya
jawab dengan teman-temannya di Athena. Dengan demikian, karya Plato dapat
dipandang sebagai monumen bagi sang guru yang dikaguminya. Kedua, berkaitan
dengan anggapan Plato mengenai filsafat. Menurutnya, filsafat pada intinya
tidak lain daripada dialog, dan filsafat seolah-olah drama yang hidup, yang
tidak pernah selasai tetapi harus dimulai kembali.
Ada tiga ajaran pokok dari Plato yaitu tentang idea, jiwa dan metode
pengetahuan. Menurut Plato realitas terbagi menjadi dua yaitu inderawi yang
selalu berubah dan dunia idea yang tidak pernah berubah. Idea merupakan sesuatu
yang obyektif, tidak diciptakan oleh pikiran dan justru sebaliknya pikiran
tergantung pada idea-idea tersebut. Idea-idea berhubungan dengan dunia melalui
tiga cara; Idea hadir di dalam benda, idea-idea berpartisipasi dalam kongkret,
dan idea merupakan model atau contoh (paradigma) bagi benda konkret. Pembagian
dunia ini pada gilirannya juga memberikam dua pengenalan. Pertama, pengenalan
tentang idea; inilah pengenalan yang sebenarnya. Pengenalan yang dapat dicapai
oleh rasio ini disebut episteme (pengetahuan) dan bersifat, teguh, jelas, dan
tidak berubah. Dengan demikian Plato menolak relatifisme kaum sofis. Kedua,
pengenalan tentang benda-benda disebut doxa (pendapat), dan bersifat tidak
tetap dan tidak pasti; pengenalan ini dapat dicapai dengan panca indera. Dengan
dua dunianya ini juga Plato bisa mendamaikan persoalan besar filsafat
Pra-socratik yaitu pandangan pantarhei-nya Herakleitos dan pandangan yang
ada-ada-nya Parmenides. Keduanya benar, dunia inderawi memang selalu berubah
sedangkan dunia idea tidak pernah berubah dan abadi. Tentang jiwa Plato
berpendapat bahwa jiwa itu baka, lantaran terdapat kesamaan antara jiwa dan
idea. Lebih lanjut dikatakan bahwa jiwa sudah ada sebelum hidup di bumi.
Sebelum bersatu dengan badan, jiwa sudah mengalami pra eksistensi dimana ia
memandang idea-idea. Berdasarkan pandangannya ini, Plato lebih lanjut berteori
bahwa pengenalan pada dasarnya tidak lain adalah pengingatan (anamnenis)
terhadap idea-idea yang telah dilihat pada waktu pra-eksistensi. Dunia yang
kelihatan, menurut Plato, hanya merupakan bayangan dari dunia yang
sungguh-sungguh, yaitu dunia ide-ide yang abadi. Jiwa manusia berasal dari
dunia ide-ide. Jiwa di dunia ini terkurung di dalam tubuh. Keadaan ini berarti
keterasingan. Jiwa kita rindu untuk kembali ke "surga ide-ide".
Filsafat Plato, yang lebih bersifat
khayal daripada suatu sistem pengetahuan, sangat dalam dan sangat luas dan
meliputi logika, epistemolgi, antropologi, teologi, etika, politik, ontologi,
filsafat alam dan estetika.
Plato juga membuat uraian tentang
negara. Tetapi jasanya terbesar adalah usahanya membuka sekolah yang bertujuan
ilmiah. Sekolahnya diberi nama "Akademia" yang paling didedikasikan
kepada pahlawan yang bernama Akademos. Mata pelajaran yang paling diperhatikan
adalah ilmu pasti. Menurut cerita tradisi, di pintu masuk akademia terdapat
tulisan; "yang belum mempelajari geometri janganlah masuk di sini".
Aristoteles
Aristoteles
adalah guru Iskandar Agung, raja yang berhasil membangun kekaisaran dalam
wilayah yang sangat besar dari Yunani-Mesir sampai ke India-Himalaya.
Dengan itu, Helenisme (Hellas = Yunani) menjadi salah satu faktor penting bagi
perkembangan pemikiran filsafati dan kebudayaan di wilayah Timur Tengah juga. Ia merupakan murid dari Plato. Pengetahuan
yang diminati oleh Aristoteles luas sekali, menurutnya pengetahuan manusia
dapat disistemasikan sebagai berikut; pengetahuan teoritis, praktis, produktif,
teologi/metafisik, matematik, fisika, etika, politik, seni, ilmu ukur dan
retorika. Aristoteles berpendapat bahwa logika tidak termasuk ilmu pengetahuan
tersendiri, tetapi mendahului ilmu pengetahuan sebagai persiapan berfikir
secara ilmiah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, logika diuraikan secara
sistematis. Mengenai pengetahuan, Aristoteles mengatakan bahwa pengetahuan
dapat dihasilkan melalui jalan induksi dan deduksi, Induksi mengandalkan panca
indera yang "lemah", sedangkan deduksi lepas dari pengetahuan
inderawi. Karena itu dalam logikanya Aristoteles sangat banyak memberi tempat
pada deduksi yang dipandangnya sebagai jalan sempurna menuju pengetahuan baru.
Salah satu cara Aristoteles mempraktekkan deduksi adalah Syllogismos
(silogosme).
Dalam filsafat, Aristoteles disebut sebagai tokoh madzhab Peripatis (peripatos,
berjalan-jalan) yang menyadarkan diri pada deduksi untuk memperoleh
kebijaksanaan. Sedangkan gurunya, Plato merupakan tokoh madzhab Illuminasionis
yang juga mengandalkan jalan hati, asketisme dan penyucian jiwa dalam
menyingkap realitas. Filsafat Aristoteles sangat sistematis. Sumbangannya
kepada perkembangan ilmu pengetahuan besar sekali. Tulisan-tulisan Aristoteles
meliputi bidang logika, etika, politik, metafisika, psikologi dan ilmu alam.
C. Zaman Kegelapan / Abad Pertengahan (abad
12-13 Masehi)
Pada masa ini pemikiran ilmu
pengetahuan lebih didominasi oleh karakteristik teosentris. Pada periode ini
ilmu pengetahuan berpihak penuh pada otoritas agama (yang dalam hal ini bisa
direpresentasikan oleh gereja dalam tradisi kristen); dimana ilmu pengetahuan
berada dibawah pengawasan institusi gereja. Pengajaran imu-ilmu pengetahuan
dilaksanakan digereja-gereja. Bukan hanya di barat, di dunia timur tengah (yang
notabenenya merupakan daerah kekuasaan umat Islam), permasalahan ilmu
pengetahuan juga diwarnai dengan perbincangan para penganut Plato dan aristoteles.
D. Zaman pencerahan (abad 15 M)
Ilmu pengetahuan tidak berlandaskan
pada “hukum Tuhan”, seperti dalam Abad Pertengahan, melainkan pada penalaran
dari manusia itu sendiri untuk mengungkapkan kebenaran. Mulai sekarang
manusia-lah yang dianggap sebagai titik fokus dari kenyataan. Filsuf-filsuf ini
menekankan kemungkinan-kemungkinan akal budi ("ratio") manusia. Para
filsuf mencoba melepaskan diri dari cengkraman gereja, sehingga kemudian
dikenal istilah sekuralisasi pengetahuan.Tokoh awalnya adalah Copernicus yang
mengintrodusir dalil bahwa bumi bukan pusat dari alam semesta, bukan seperti
yang dikemukakan Ptolomeus dimana bumi adalah pusat jagad raya (geosentis) yang
diperkuat oleh gereja. Teori Copernicus ini melahirkan revolusi pemikiran
tentang ilmu astronomi. Kemudian muncul Keppler yang mengemukakan hukum
astronomi bahwa orbit dari semua planet berbentuk elips. Pendapat ini diperkuat
dengan pembuktian Galileo, dimana ia menyatakan bahwa pusat jagad raya adalah
matahari (heliosentris). Dan bumi mengalami dua gerak (rotasi); yakni bergerak
pada porosnya dan bergerak mengelilingi matahari. Ada juga Pascal yang menyusun
dasar-dasar perhitungan statistic. Kemudian Newton yang melahirkan teori
grafitasi, perhitungan calculus dan sistem kerja optik.
E. Awal Zaman Modern (abad 16 M)
Rene Descartes
René Descartes merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours
de la méthode(1637) dan Meditationes
de prima Philosophia (1641). Descartes, kadang
dipanggil "Penemu Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern",
adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat
modern. Dia menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan membentuk rasionalisme kontinental yakni
sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad
ke-17 dan 18. Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa
semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir.
Lima ide Descartes yang punya pengaruh
penting terhadap jalan pikiran Eropa adalah: pandangan mekanisnya mengenai alam semesta; sikapnya yang positif terhadap penjajagan
ilmiah; tekanan yang, diletakkannya pada penggunaan matematika dalam ilmu
pengetahuan; pembelaannya terhadap dasar awal sikap skeptis; dan penitikpusatan perhatian terhadap epistemologi.
Descartes
mengkategorikan pengetahuan ke dalam
tiga bagian yang dapat
diragukan yakni:
·
Pengetahuan
yang berasal dari pengalaman inderawi dapat diragukan, semisal kita memasukan
kayu lurus ke dalam air maka akan nampak bengkok.
·
Fakta
umum tentang dunia semisal api itu panas dan benda yang berat akan jatuh juga
dapat diragukan. Descrates menyatakan bagaimana jika kita mengalami mimpi yang
sama berkali-kali dan dari situ kita mendapatkan pengetahuan umum tersebut.
·
Logika
dan matematika, prinsip-prinsip logika dan matematika juga
ia ragukan. Ia menyatakan bagaimana jika ada suatu makhluk yang berkuasa memasukan ilusi dalam pikiran
kita, dengan kata lain kita berada dalam suatu matriks.
David Hume
Francis Bacon yang menjadi perintis
filsafat ilmu pengetahuan dengan ungkapannya yang terkenal “knowledge is
power”. Pada abad ini perdebatan tentang filsafat ilmu tidak lepas dari
perdebatan dalam ilmu itu sendiri. Bacon dengan metode induksi yang memandang
dalam menghasilkan ilmu pengetahuan para ilmuwan harus menghasilkan penyebutan
yang seksama terhadap fenomena empiris yang diselidiki sebagai pendahuluan
untuk mengidentifikasi “bentuk” obyek yang ingin dijelaskan. Berbeda dengan
Descrates yang terfokus pada persoalan penyusunan sistem-sistem deduktif yang
serba koheren dan konsisten dalam teori pengetahuan. Pada abad ini berbagai
aliran filsafat muncul. Adapun paham-paham yang muncul secara garis besar
adalah Rasionalisme, Empirisme, Kritisisme, Idealisme, Positivisme dan
Marxisme.
David Hume menganut aliran Empirisme. Aliran Empirisme menyatakan bahwa tidak
ada sesuatu dalam pikiran kita selain didahului oleh pengalaman. Aliran ini
secara tegas menolak pandangan paham Rasionalisme yang berdasarkan pada
kepastian yang bersifat apriori.
F. Zaman
Modern (abad 17-18 M)
Immanuel
Kant
Seorang filsuf Jerman yang bernama
Immanuel Kant. Aliran ini berusaha menjembantani pandangan-padangan yang saling
bertentangan antara Rasionalisme dan Empirisme. Menurut Kant, pengetahuan
merupakan hasil terakhir yang diperoleh dengan adanya kerjasama antara dua komponen,
yaitu bahan-bahan yang bersifat pengalaman indrawi disatu pihak dengan
pengolahan kesan-kesan yang bersangkutan sehingga terdapat suatu hubungan sebab
akibat dalam kerangka pikir (rasio) dipihak lain. Kant mengemukakan bahwa pengetahuan
harusnya sintesis apriori, yakni pengetahuan harus bersumber dari rasio dan
empiris dan sekaligus bersifat apriori dan aposteriori.
Kant
mengemukakan pendapatnya tentang transendenisme yakni membatasi pengetahuan
manusia atau di luar kesanggupan manusia.
Karya Kant yang terpenting adalah Kritik der Reinen Vernunft, 1781. Dalam bukunya ini ia mengemukakan
apa yang bisa diketahui manusia. Ia
menyatakan ini dengan memberikan tiga pertanyaan:
§ Apakah yang bisa kuketahui?
§ Apakah yang harus kulakukan?
§ Apakah yang bisa kuharapkan?
Pertanyaan ini
dijawab sebagai berikut:
§ Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang
dipersepsi dengan panca indera. Lain daripada itu merupakan “ilusi” saja, hanyalah ide.
§ Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat
menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”. Contoh: orang sebaiknya jangan mencuri, sebab apabila
hal ini diangkat menjadi peraturan umum, maka apabila semua orang mencuri,
masyarakat tidak akan jalan.
§ Yang bisa diharapkan manusia ditentukan oleh akal
budinya. Inilah yang
memutuskan pengharapan manusia.
Kelima, Positivisme yakni sistem filsafat yang dikembangkan oleh Auguste Comte,
seorang matematikus dan filsuf dari Prancis, yang mengakui bahwa sumber
pengetahuan berasal dari fakta-fakta positif dari fenomena-fenomena yang bisa
diobservasi. Filsafat Positivisme ini juga disebut dengan Empirisme-kritis. Dan
dari filsafat ini dikemudian hari lahirlah bidang ilmu sosiologi.
Keenam, Marxisme yang didirikan oleh
Karl Marx atas perpaduan antara metode dealektika Hegel dan filsafat
Materialisme Feuerbach. Pemikiran Marx bertalian sangat erat dengan sistem
sosial dan ekonomi. Bagi Marx masalah filsafat bukan hanya sebatas masalah ilmu
pengetahuan, melainkan juga masalah tindakan. Para filosof selama ini hanya
sekedar menafsirkan dunia dengan berbagai cara, namun luput untuk berusaha
mengubahnya. Filsafat ini juga yang melatari adanya revolusi industri di Eropa
dan ideologi-ideologi besar di dunia.
G. Zaman Postmodern (abad 19 M)
Auguste Compte
Auguste Comte, seorang matematikus
dan filsuf dari Prancis dimana ia mengembangkan sistem filsafat yaitu
Positivisme yakni yang mengakui bahwa sumber pengetahuan berasal dari
fakta-fakta positif dari fenomena-fenomena yang bisa diobservasi. Filsafat
Positivisme ini juga disebut dengan Empirisme-kritis. Dan dari filsafat ini
dikemudian hari lahirlah bidang ilmu sosiologi.
Hegelisme
Frederich
Hegel adalah seorang professor yang lahir di Stuttgart tahun1770 dan
meninggal tahun 1813 yang melahirkan teori hegelisme. Hegel mengkritik
pemikiran- pemikiran tokoh romantis seperti pemikiran schelling tentang ruh
dunia. Hegel mengintrepetasikan ulang ‘ruh dunia’ akal manusia yakni seluruh
perkataan manusia. Hegel menyatakan bahwa kebenaran merupakan hal yang sangat
subyektif. Semua pengetahuan bagi Hegel adalah pengetahuan manusia. Ide-ide
Hegel yakni:
·
Pertama, realitas bukanlah suatu keadaan
tertentu, melainkan sebuah proses sejarahyang
terus berlangsung.
·
Kedua, karena realitas merupakan
suatu proses sejarah yang terus berlangsung, kunci untuk memahami realitas
adalah memahami hakikat perubahan sejarah.
·
Ketiga, perubahan sejarah tidak bersifat
acak, melainkan mengikuti suatu hukum yang dapat ditemukan.
·
Keempat, hukum perubahan itu adalah
dialektika, yakni pola gerakan triadik yang terus berulang antara tesis,
antitesis, dansintesis.
·
Kelima, yang membuat hukum ini terus
bekerja adalah alienasi-yang
menjamin bahwa urutan keadaan itu pada akhirnya akan dibawa menuju sebuah akhir
akibat kontradiksi-kontradiksi dalam dirinya.
·
Keenam, proses itu berjalan di luar
kendali manusia,
bergerak karena hukum-hukum internalnya sendiri, sementara manusia hanya
terbawa arus bersama dengannya.
·
Ketujuh, proses itu akan terus
berlangsung samapi tercapai suatu situasi, di mana semua kontradiksi internal
sudah terselesaikan.
·
Kedelapan, ketika situasi tanpa konflik
ini tercapai, manusia tidak lagi terbawa arus oleh kekuatan-kekuatan yang
bekerja di luar kendali mereka. Akan tetapi, untuk pertama kalinya manusia akan
mampu menentukan jalan hidup mereka sendiri dan tentunya mereka sendiri akan
menjadi penentu perubahan.
·
Kesembilan, pada saat inilah untuk pertama
kalinya manusia dimungkinkan untuk memperolah kebebasannya dan pemenuhan diri.
·
Kesepuluh, bentuk masyarakat yang
memungkinkan kebebasan dan pemenuhan diri itu bukanlah masyarakat yang
terpecah-pecah atas individu-individu yang
berdiri sendiri seperti dibayangkan oleh orang liberal.[5] Akan
tetapi, merupakan sebuah masayrakat organik, di mana individu-individu terserap
ke dalam suatu totalitas yang lebih besar, sehingga lebih mungkin memberi
pemenuhan daripada kehidupan mereka yang terpisah-pisah.
Karl
Marx
Karl Marx mendirikan marxisme atas
perpaduan antara metode dealektika Hegel dan filsafat Materialisme Feuerbach.
Pemikiran Marx bertalian sangat erat dengan sistem sosial dan ekonomi. Bagi
Marx masalah filsafat bukan hanya sebatas masalah ilmu pengetahuan, melainkan
juga masalah tindakan. Para filosof selama ini hanya sekedar menafsirkan dunia
dengan berbagai cara, namun luput untuk berusaha mengubahnya. Filsafat ini juga
yang melatari adanya revolusi industri di Eropa dan ideologi-ideologi besar di
dunia.
H. Zaman Pos-Pos Modern (Contemporer)
Aliran-aliran air
dari pantai sampai pada laut dangkal. Auguste Compte yang mengemukakan teori
positivisme mempengaruhi penemuan teori-teori baru yakni:
1.
Pragmatism (Pragmatisme)
Pragmatisme adalah
aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah
segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada
akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.Dengan demikian,
bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana
kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu. Dasar dari
pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan
pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta
individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan
diterima begitu saja. Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia
selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum. Ide menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan
kegunaan. Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan
pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Baratdi dalam sejarah. Tokoh pragmatisme adalah Charles Peirce.
2.
Utilitarian
Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah,
atau menguntungkan.
Istilah
ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest
happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali
dipaparkan oleh Jeremy Benthamdan muridnya, John Stuart Mill. Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang
berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk
adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik
buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan
menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini, tersusunlah teori tujuan perbuatan.
Menurut kaum utilitarianisme, tujuan perbuatan sekurang-kurangnya menghindari
atau mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan yang dilakukan, baik
bagi diri sendiri ataupun orang lain. Adapun maksimalnya adalah dengan
memperbesar kegunaan, manfaat, dan keuntungan yang dihasilkan oleh perbuatan
yang akan dilakukan. Perbuatan harus diusahakan agar mendatangkan kebahagiaan
daripada penderitaan, manfaat daripada kesia-siaan, keuntungan daripada
kerugian, bagi sebagian besar orang. Dengan demikian, perbuatan manusia baik
secara etis dan membawa dampak sebaik-baiknya bagi diri
sendiri dan orang lain.
3.
Capitalis (Kapitalisme)
Kapitalisme atau kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik
modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi
prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna
keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran
untung kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme
sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas.
Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai
berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa
perkembangan perbankankomersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat
bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan
perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke
barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus
mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan
juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang,
yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat
ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan
keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan
kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu. Tokoh
kapitalisme adalah Adam Smith.
4.
Hedonism (Hedonisme)
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap
bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin
dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau
pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan
manusia. Hedonisme muncul pada
awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM.
Hedonisme ingin menjawab pertanyaan filsafat "apa yang menjadi hal terbaik bagi
manusia?" Hal ini diawali
dengan Soc
rates yang
menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia. Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi
manusia adalah kesenangan.
Aristippos memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari
kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang
lain lagi. Pandangan tentang 'kesenangan' (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan
seorang filsufYunani lain bernama Epikuros (341-270 SM). Menurutnya, tindakan manusia yang
mencari kesenangan adalah kodrat alamiah.
Meskipun demikian, hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya mencakup kesenangan
badani saja seperti Kaum Aristippos, melainkan kesenangan rohani juga, seperti
terbebasnya jiwa dari keresahan.
5.
Filsafat Bahasa (Analitik)
Filsafat bahasa adalah ilmu gabungan antara linguistik dan filsafat. Ilmu ini menyelidiki kodrat dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia serta dasar-dasar
konseptual dan teoretis linguistik. Filsafat bahasa dibagi menjadi filsafat bahasa ideal dan filsafat bahasa sehari-hari. Filsafat bahasa ialah teori tentang bahasa
yang berhasil dikemukakan oleh para filsuf, sementara mereka itu dalam
perjalanan memahami pengetahuan konseptual. Filsafat bahasa ialah usaha para
filsuf memahami conceptual
knowledge melalui pemahaman
terhadap bahasa. Dalam rangka mencari pemahaman ini, para filsuf telah juga mencoba
mendalami hal-hal lain, misalnya fisika, matematika, seni, sejarah, dan
lain-lain. Cara bagaimana pengetahuan itu diekspresikan dan dikomunikasikan di
dalam bahasa, di dalam fisika, matematika dan lain-lain itu diyakini oleh para
filsuf berhubungan erat dengan hakikat pengetahuan atau dengan pengetahuan
konseptual itu sendiri. Jadi, dengan meneliti berbagai cabang ilmu itu,
termasuk bahasa, para filsuf berharap dapat membuat filsafat tentang
pengetahuan manusia pada umumnya.
Letak perbedaan antara filsafat bahasa dengan
linguistik adalah linguistik bertujuan mendapatkan kejelasan tentang bahasa.
Linguistik mencari hakikat bahasa. Jadi, para sarjana bahasa menganggap bahwa
kejelasan tentang hakikat bahasa itulah tujuan akhir kegiatannya, sedangkan
filsafat bahasa mencari hakikat ilmu pengetahuan atau hakikat pengetahuan
konseptual. Dalam usahanya mencari hakikat pengetahuan konseptual itu, para
filsuf mempelajari bahasa bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai objek
sementara agar pada akhirnya dapat diperoleh kejelasan tentang hakikat
pengetahuan konseptual itu.
I. Kesimpulan
Filsafat
telah ada dan berkembang sejak zaman sebelum masehi. Pada masa Yunani Kuno
tokoh – tokoh yang berpengaruh adalah Heroklitos, Parmenides dan Socrates.
Parmenides dan Heroklitos memliki pandangan yang berbeda, Parmenides cenderung
tetap sedangkan Heraclitos berubah. Berlanjut setelahnya Plato dan Aristoteles,
pemikiran-penikiran mereka sangat berpengaruh hingga sekarang terutama di
bidang pemerintahan. Pada abad pertengahan (15 M), ilmu pengetahuan berpihak penuh pada
otoritas agama (yang dalam hal ini bisa direpresentasikan oleh gereja dalam
tradisi kristen); dimana ilmu pengetahuan berada dibawah pengawasan institusi
gereja. Pengajaran imu-ilmu pengetahuan dilaksanakan digereja-gereja. Bukan
hanya di barat, di dunia timur tengah.
Pada Abad 16
Rene Descartes dan David Hume mengemukakan pendapat tentang metode rasionalisme
dan materialism. Immanuel Kant menjadi tokoh penting yang mengemukakan aliran
transndenisme pada abad ke 17-18. Auguste Compte adalah tokoh yang mendasari
metode ilmiah untuk semua bidang sehingga pada jaman pos pos modern muncul
banyak aliran filsafat yakni pragmatisme, utilitarian, kapitalisme, dan
hedonisme. Hingga pada masa kini, filsafat telah berkembang dalam kehidupan
praktis. Selama manusia masih berpikir, filsafat akan terus ada dan
berkembang.
Daftar Pustaka
Setiawan,Budi.Sejarah Perkembangan Pemikiran Filsafat:
Suatu
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
_______.(2012).”Nicolaus Copernicus”.
2012)
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 14 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 14 Oktober 2012)
(diakses tanggal : 13 Oktober 2012)