Pada pertemuan kali ini seperti biasa mahasiswa
diikutsertakan dalam berfilsafat. Yaitu mahasiswa diminta untuk memberikan
pertanyaan, di mana pertanyaaan-pertanyaan ini merupakan salah satu olah pikir sebagaimana
yang dimaksud dari filsafat. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya:
Ø Apakah
hakekat angin?
Objek
berfilsafat berdimensi, yang paling primitive adalah intuisi. Intuisi adalah
hal yang tidak diketahui oleh seseorang kapan dia mengetahui hal tersebut.
Misalnya kita tidak mengetahui kapan kita tahu rasa itu enak, cantik, bagus,
jelek dan sebagainya. Intuisi tidak dapat didefinisikan dengan tepat. Dimensi
dalam filsafat adalah secara formal,normatif, material dan spiritual. Angin
termasuk pengertian intuitif empiris karena angin hanya memiliki bentuk formal
yaitu angin topan,rebut, putting beliung dan lain-lain, ia tiadak memiliki
bentuk normative ataupun spiritual sehingga ia hanya terbatas pada pengetahuan
formal saja.
Ø Apakah
hakekat perceraian?
Seperti
disebutkan sebelumnya tentang objek filsafat yang berdimensi bentuk formal dari
perceraian berada dalam Undang-undang Perkawinan, bentuk normatifnya yaitu
tentang baik-buruk. Dalam kitab suci juga menjelaskan tentang perceraian
sehingga perceraian memuat bentuk spiritual.
Ø Manakah
yang harus didahulukan dalam sebuah rumah tangga, memberikan bantuan kepada
pasangannya atau orang tua terlebih dahulu?
Komunikasi
adalah hal yang didahulukan. Setiap orang di dunia ini memerlukan komunikasi
dalam kehidupannya. Oleh karena itu dengan adanya komunikasi yang baik, tidak
peduli yang mana yang didahulukan. Menurut saya itu bergantung pada ruang dan
waktu.
Ø
Bagaimana cara mengatasi kekalahan agar
tidak semakin terpuruk?
Manusia
harus selalu berdoa dan berusaha. Agar tidak terpuruk dalam berfilsafat,
mahasiswa hendaknya rajin membaca elegi dan memahaminya dengan memberikan
komentar-komentar. Berfilsafat tidak hanya mengejar nilai tetapi pada banyaknya
membaca elegi dan membuat komentar.
Ø
Bagaimana cara menumbuhkan semangat
ketika gagal?
Komunikasi
juga patut dikembangkan agar mampu menumbuhkan semangat. Dan ia juga harus
menyadari bahwa di luar sana masih banyak manusia yang kurang beruntung dari
kita, namun mereka tetap bersyukur terhadap apa yang mereka dapatkan. Dan
mereka tetap positif menghadapi kehidupan, untuk menumbuhkan semangat jangan
terus kita melihat ke atas kita perlu melihat ke bawah untuk kembali bersyukur
terhadap apa yang kita dapat.
Ø
Mengapa ada pro dan kontra dan apa
penyebabnya?
Hal
ini terjadi karena merupakan ciptaan Tuhan bahwa pasti dalam hidup ada pro dan
kontra. Pro dan kontra dalam hati adalah godaan setan. Pertanyaan selanjutnya
adalah hakekat dari perubahan. Perubahan merupakan hal yang dipelajari secara
intuisi oleh manusia. Manusia tidak memerlukan definisi perubahan.
Ø
Apa yang disebut dewa?
Dalam
adab berfilsafat disebutkan adalah ruang dan waktu, maka yang disebut dengan
dewa juga bergantung pada ruang dan waktu, setiap yang ada dan yang mungkin ada
dapat menjadi dewa.
Ø
Bagaimana cara membedakan hasil berpikir
filsafat dan hasil telaah?
Hasil berpikir filsafat dan telaah dibedakan
berdasarkan kerangkanya. Berfilsafat itu ontologis, epistemologis, dan
aksiologis. Berpikir filsafat adalah pikiran para filsuf. Berpikir filsafat
juga intensif dan ekstensif yang menyebabkan memiliki sudut pandang yang banyak
dalam berfilsafat.
Ø
Mengapa banyak gejala alam yang semakin
kompleks.
Bagi
para orang tua, gejala alam justru semakin sederhana karena sudah mengalami
lupa/pikun. Bagi manusia yang masih remaja, kekompleksan merupakan bukti bahwa
makin banyak yang ia mengerti.
Ø
Apakah hal-hal yang ada dan yang
mungkin ada dapat dikatakan sebagai ciptaan Tuhan.
Hal-hal
yang ada dan yang mungkin ada adalah sebagian dari ciptaan Tuhan. Masih banyak
hal lain yang merupakan ciptaan Tuhan yang belum diketahui oleh manusia.
Manusia tidak boleh beranggapan bahwa ia mengetahui segalanya karena manusia
pasti tidak akan mampu mengetahui segala ciptaan Tuhan. Manusia jangan hanya
berkutat dan sibuk pada ciptaannya sendiri tetapi juga pada hal-hal lain yang
ada. Hal-hal yang ada dan yang mungkin ada harus selalu disyukuri dan manusia
harus selalu memohon ampun kepada Tuhan atas segala dosa-dosa yang telah
diperbuat.
Semoga dari
beberapa pertanyaan-pertanyaan yang telah dijawab oleh Bapak Prof.Dr.Marsigit
dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga dan dapat menambah
wawasan kita tentang berfilsafat. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar