Ø
Apakah segala sesuatu di alam ini memiliki pola?
Sebuah pola bukan merupakan pola bagi orang yang tidak memahami. Sebuah
jalan itu bukan jalan bagi orang yang tidak memahaminya. Bagi orang yang
memahami dan mempercayainya semua berpoloa. Karena semua telah di design oleh
Tuhan.
Misalnya seekor semut yang berada dalam ember, mereka tidask tau kalau
di luar ember tersebut terdapat ayam. Pola itu ada bagi orang yang percaya dan
mengetahui.
Ø
Apakah hakekat perbedaan dalam kesatuan?
Tiap orang berbeda dalam banyak hal, tapi dapat bersama dalam beberapa
hal. Manusia itu berbeda, tetapi semua itu sama. Yaitu sama-sama makhluk tuhan,
semua hidup membutuhkan oksigen. Tapi tidak ada manusia yang sama, manusia
terikat ruang dan waktu. Layaknya para calon guru matematika yang sama-sama
akan mengajar matematika namun dapat berbeda dalam pembelajaran di kelas
menggunakan pendekatan dan metode yang berbeda namun memiliki satu tujuan yang
sama yaitu mengkontruksi pengetahuan para peserta didik untuk pemahaman konsep
matematika
Ø
Kapan sesuatu tersebut disebut mimpi?
Mimpi dapat diingat kembali atau tidak, kualitas mimpi dapat rendah
atau sebaliknya tergantung pengalaman hidup seseorang. Area mimpi dapat didekati
dengan area psikologi sebagai gejala jiwa.
Ø
Apakah beda antara cinta dan sayang?
Sayang dan cinta kontekstual dan berdimensi. Cinta dan sayang
sama-sama intuisi. Cinta tidak dapat didefinisikan, kita hanya dapat mengkarakteristikan
atau mencirikan bagaimana cinta dan sayang tersebut. Dalam membedakan cinta dan
sayang adalah dengan intuisi. Cinta dapat menjadi suatu rasa sayang, dalam hal
ini cinta dan sayang dapat diartikan sama. Namun cinta juga dapat menjadi objek
atau nama seseorang. Sayang pun demikian, oleh karena itu cinta dan sayang itu
dapat diartikan sesuai dengan konteks. Cinta dan sayang bersifat kontekstual.
Ø
Mengapa objek dalam filsafat itu ada dan yang
mungkin ada? Bagaimana dengan yang tidak ada?
Sesuatu yang tidak ada relative terhadap ruang dan waktu. Tidak ada dapat
dikategorikan ada dan yang mungkin ada. Misalnya saat sesorang tidak mengetahui
apa yang ada di kantong seseorang, itu menjadi sesuatu yang mungkin ada,
ternyata dalam kantong tidak apa-apa maka sesuatu tersebut menjadi ada.
Semua yang tidak ada menjadi sebuah ikhtiar, filsafat itu berbahaya
karena kemungkinan-kemungkinan yang berhubungan dengan spiritual harus
dimasukkan ke dalam rumah epoke.
Ø
Apa cirri-ciri guru yang galak?
Mudah marah, toleransi kecil, memaksakan kehendak. Oleh karena itu
sebagai calon guru matematika janganlah kita memaksakan kehendak kita agar
peserta didik dapat mengerjakan apa yang kita inginkan, kita harus sebisa
mungkin memfasilitasi mereka agar mereka dapat mengikuti pembelajaran sesuai
dengan kemampuan mereka.
Ø
Bagaimana menghadapi orang yang enggan atau
pelit untuk berbagi ilmu dengan orang lain?
Pada dasarnya janganlah kita pelit untuk membagi ilmu, kita tidak akan
menjadi rugi dengan membagi ilmu tersebut, justru itu akan menjadi manfaat
untuk orang lain dan hidup kita akan menjadi lebih bermakna karena apa yang
kita miliki dapat diakui oleh orang lain.
Namun kita juga harus tetap menghargai karya orang lain misalnya bagi
mereka yang berorientasi bisnis. Ilmu dapat menjadi mahal ataupun terjangkau.
Tergantung penilaian orang menghargai suatu ilmu tersebut. Untuk menghadapi
orang yang pelit tersebut adalah dengan pintar-pintar kita menyikapinya dan
keterampilan kita dalam berkomunikasi.
Ø
Bagaimana cara memberi pemahaman kepada guru
matematika yang tidak suka menggunakan metode pemebelajaran yang bervariasi?
Prinsip hidup adalah keterampilan hidup itu untuk mengkonstruksikan
pengetahuan yang ada. Sebagai contoh misalnya disaat seseorang akan
mensosialisasikan suatu pendekatan pembelajaran. Seseorang tersebut tidak harus
langsung memberikan bagaimana pendekatan pembelajaran yang baik tersebut.
seseorang tersebut melakukan survey atau observasi di kelas-kelas di mana dia
akan bersosialisasi. Setelah observasi, seseorang tersebut memberikan gambaran kegiatan
di kelas selama observasi, lalu kemudian ia mengumpulkan para guru yang akan
disosialisasikan bagaimana kegiatan pembelajaran tersebut dapat berjalan lebih
baik lagi dengan adanya pendekatan. Dalam memahamkan seseorang kita menempatkan
diri kita sebagai pembelajar.
Ø
Apa penyebab dari krisis multidimensi?
Penyebab dari krisis multidimensi adalah dari guru itu sendiri. guru
yang tidak mendasari intuisi dalam proses pembelajaran di mana peserta didik
tidak belajar secara alami, tidak dengan intuisi dan peserta didik dianggap
sebagai tong kosong yang belum memiliki pengetahuan, yang harus diisi bukan
membangun atau mengisi tong tersebut dengan intuisi mereka.
Ø
Mengapa filsafat itu sulit?
Filsafat itu sulit karena bersifat ekstensif dan intensif. Mempelajari
filsafat seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya
Ø
Apa yang dimaksud dengan Hermeneutika?
Hermeneutika adalah terjemah menterjemahkan. Dalam masyarakat kita
tidak lain adalah silaturahim, sesuai dengan sunnatullah nya guru memfasilitasi
peserta didik dalam belajar matematika.
Layaknya seseorang yang ingin memberikan pemahaman kepada guru, ia
membuat skema atau alat peraga atau media dan mencontohkan apa yang seharusnya
dilakukan. Orang yang memberikan pemahaman tersebut disebut sebagai observer,
di mana observer tersebut juga merupakan agen pembelajar.
Ø
Secara filsafat apakah adakah kaitannya antara
khayalan dengan cita-cita?
Ya ada, cita-cita adalah khayalan yang tercipta, terstruktur, dan
memiliki dasar atau latar belakang. Misalnya seseorang yang bercita-cita untuk
pergi ke planet Jupiter, ia harus memiliki dasar uang yang cukup, pengetahuan
yang cukup untuk pergi ke sana. Namun jika seseorang tersebut hanyalah orang
biasa yang tidak banyak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut maka
cita-cita tersebut menjadi sebuah khayalan. Cita-cita adalah khayalan yang dapat
dipertanggung jawabkan.
Ø
Apakah kesombongan itu?
Kesombongan memiliki arti yang bertingkat-tingkat. Kesombongan dalam
spiritual identik dengan setan. Namun kita sebagai orang awam dapat
mendefinisikan kesombongan tersebut dengan intuisi.
Intuisi itu penting untuk menumbuhkan pengetahuan kita. Sebagai calon
guru matematika kita harus memberi perhatian untuk menggunakan intuisi dalam
pembelajaran dan dapat dimengerti oleh peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar