Minggu, 04 November 2012

ALIRAN – ALIRAN, TOKOH DAN IDENYA


A.    Pendahuluan
Filsafat adalah suatu olah pikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiran kita. Para pendahulu kita telah lama melakukan filsafat, mereka adalah filsuf-filsuf yang sangat hebat. Dengan adanya mereka, lahirlah ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia di jagad raya ini. Aliran-aliran filsafat barat banyak mempengaruhi ilmu pengetahuan saat ini. Filsafat dan ilmu adalah suatu yang berbeda namun tak dapat dipisahkan. Dengan adanya filsafat akan dapat lahir suatu ilmu pengetahuan, sebaliknya dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dapat memperkuat keberadaan filsafat. Pada kajian ini akan dibahas tentang perkembangan filsafat dari zaman yunani kuno hingga awal abad 20.

B.     Yunani Kuno (Sebelum Masehi)
Pada saat mengaji filsafat Yunani, para sarjana filsafat mengatakan bahwa itu berarti menyaksikan kelahiran filsafat. Filsafat yunani merupakan pengantar pada perkembangan pemikiran filsafat. Salah satu tokoh terkenal pada masa ini yaitu Pythagoras. Ajaran-ajarannya yang pokok adalah pertama dikatakan bahwa jiwa tidak dapat mati. Sesudah kematian manusia, jiwa pindah ke dalam hewan, dan setelah hewan itu mati jiwa itu pindah lagi dan seterusnya. Tetapi dengan mensucikan dirinya, jiwa dapat selamat dari reinkarnasi itu. Kedua dari penemuannya terhadap interval-interval utama dari tangga nada yang diekspresikan dengan perbandingan dengan bilangan-bilangan, Pythagoras menyatakan bahwa suatu gejala fisis dikusai oleh hukum matematis. Bahkan katanya segala-galanya adalah bilangan. Ketiga mengenai kosmos, Pythagoras menyatakan untuk pertama kalinya, bahwa jagat raya bukanlah bumi melainkan Hestia (Api), sebagaimana perapian merupakan pusat dari sebuah rumah.
Pada jaman Pythagoras ada Herakleitos di kota Ephesos dan menyatakan bahwa api sebagai dasar segala sesuatu. Api adalah lambang perubahan, karena api menyebabkan kayu atau bahan apa saja berubah menjadi abu sementara apinya sendiri tetap menjadi api. Herakleitos juga berpandangan bahwa di dalam dunia alamiah tidak sesuatupun yang tetap. Segala sesuatu yang ada sedang menjadi. Pernyataannya yang masyhur "Pantarhei kai uden menei" yang artinya semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap. Namun berbeda dengan Herakleitos, Parmenides berpendapat bahwa yang ada ada, yang tidak ada tidak ada. Konsekuensi dari pernyataan ini adalah yang ada
1.      satu dan tidak terbagi,
2.      kekal, tidak mungkin ada perubahan,
3.      sempurna, tidak bisa ditambah atau diambil darinya,
4.      mengisi segala tempat
Dari empat konsekuensi tersebut dapat disimpulkan bahwa Parmenides berpendapat bahwa tidak mungkin ada gerak atau tetap. Ini berkebalikan dengan pendapat Herakleitos. Parmenides merupakan filsuf pertama yang disebut sebagai peletak dasar metafisika.
Socrates
Filsafat dalam periode ini ditandai oleh ajarannya yang "membumi" dibandingkan ajaran-ajaran filsuf sebelumnya, mengkonsentrasikan diri pada persoalan alam semesta sedangkan Socrates mengarahkan obyek penelitiannya pada manusia di atas bumi. Socrates memulai filsafatnya dengan bertitik tolak dari pengalaman keseharian dan kehidupan kongkret. Menurut Socrates tidak benar bahwa yang baik itu baik bagi warga negara Athena dan lain lagi bagi warga negara Sparta. Yang baik mempunyai nilai yang sama bagi semua manusia, dan harus dijunjung tinggi oleh semua orang. Pendiriannnya yang terkenal adalah pandangannya yang menyatakan bahwa keutamaan (arete) adalah pengetahuan, pandangan ini kadang-kadang disebut Intelektualisme etis. Dengan demikian Socrates menciptakan suatu etika yang berlaku bagi semua manusia. Sedangkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan Socrates menemukan metode induksi dan memperkenalkan definisi-definisi umum.
Plato
Plato adalah murid dari Socrates. Hampir semua karya Plato ditulis dalam bentuk dialog dan Socrates diberi peran yang dominan dalam dialog tersebut. Sekurang-kurangnya ada dua alasan mengapa Plato memilih yang begitu. Pertama, sifat karyanya Socratik – Socrates berperan sentral – dan diketahui bahwa Socrates tidak mengajar tetapi mengadakan tanya jawab dengan teman-temannya di Athena. Dengan demikian, karya Plato dapat dipandang sebagai monumen bagi sang guru yang dikaguminya. Kedua, berkaitan dengan anggapan Plato mengenai filsafat. Menurutnya, filsafat pada intinya tidak lain daripada dialog, dan filsafat seolah-olah drama yang hidup, yang tidak pernah selasai tetapi harus dimulai kembali.
Ada tiga ajaran pokok dari Plato yaitu tentang idea, jiwa dan metode pengetahuan. Menurut Plato realitas terbagi menjadi dua yaitu inderawi yang selalu berubah dan dunia idea yang tidak pernah berubah. Idea merupakan sesuatu yang obyektif, tidak diciptakan oleh pikiran dan justru sebaliknya pikiran tergantung pada idea-idea tersebut. Idea-idea berhubungan dengan dunia melalui tiga cara; Idea hadir di dalam benda, idea-idea berpartisipasi dalam kongkret, dan idea merupakan model atau contoh (paradigma) bagi benda konkret. Pembagian dunia ini pada gilirannya juga memberikam dua pengenalan. Pertama, pengenalan tentang idea; inilah pengenalan yang sebenarnya. Pengenalan yang dapat dicapai oleh rasio ini disebut episteme (pengetahuan) dan bersifat, teguh, jelas, dan tidak berubah. Dengan demikian Plato menolak relatifisme kaum sofis. Kedua, pengenalan tentang benda-benda disebut doxa (pendapat), dan bersifat tidak tetap dan tidak pasti; pengenalan ini dapat dicapai dengan panca indera. Dengan dua dunianya ini juga Plato bisa mendamaikan persoalan besar filsafat Pra-socratik yaitu pandangan pantarhei-nya Herakleitos dan pandangan yang ada-ada-nya Parmenides. Keduanya benar, dunia inderawi memang selalu berubah sedangkan dunia idea tidak pernah berubah dan abadi. Tentang jiwa Plato berpendapat bahwa jiwa itu baka, lantaran terdapat kesamaan antara jiwa dan idea. Lebih lanjut dikatakan bahwa jiwa sudah ada sebelum hidup di bumi. Sebelum bersatu dengan badan, jiwa sudah mengalami pra eksistensi dimana ia memandang idea-idea. Berdasarkan pandangannya ini, Plato lebih lanjut berteori bahwa pengenalan pada dasarnya tidak lain adalah pengingatan (anamnenis) terhadap idea-idea yang telah dilihat pada waktu pra-eksistensi. Dunia yang kelihatan, menurut Plato, hanya merupakan bayangan dari dunia yang sungguh-sungguh, yaitu dunia ide-ide yang abadi. Jiwa manusia berasal dari dunia ide-ide. Jiwa di dunia ini terkurung di dalam tubuh. Keadaan ini berarti keterasingan. Jiwa kita rindu untuk kembali ke "surga ide-ide".
Filsafat Plato, yang lebih bersifat khayal daripada suatu sistem pengetahuan, sangat dalam dan sangat luas dan meliputi logika, epistemolgi, antropologi, teologi, etika, politik, ontologi, filsafat alam dan estetika.
Plato juga membuat uraian tentang negara. Tetapi jasanya terbesar adalah usahanya membuka sekolah yang bertujuan ilmiah. Sekolahnya diberi nama "Akademia" yang paling didedikasikan kepada pahlawan yang bernama Akademos. Mata pelajaran yang paling diperhatikan adalah ilmu pasti. Menurut cerita tradisi, di pintu masuk akademia terdapat tulisan; "yang belum mempelajari geometri janganlah masuk di sini".

Aristoteles
Aristoteles adalah guru Iskandar Agung, raja yang berhasil membangun kekaisaran dalam wilayah yang sangat besar dari Yunani-Mesir sampai ke India-Himalaya.  Dengan itu, Helenisme (Hellas = Yunani) menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan pemikiran filsafati dan kebudayaan di wilayah Timur Tengah juga. Ia merupakan murid dari Plato. Pengetahuan yang diminati oleh Aristoteles luas sekali, menurutnya pengetahuan manusia dapat disistemasikan sebagai berikut; pengetahuan teoritis, praktis, produktif, teologi/metafisik, matematik, fisika, etika, politik, seni, ilmu ukur dan retorika. Aristoteles berpendapat bahwa logika tidak termasuk ilmu pengetahuan tersendiri, tetapi mendahului ilmu pengetahuan sebagai persiapan berfikir secara ilmiah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, logika diuraikan secara sistematis. Mengenai pengetahuan, Aristoteles mengatakan bahwa pengetahuan dapat dihasilkan melalui jalan induksi dan deduksi, Induksi mengandalkan panca indera yang "lemah", sedangkan deduksi lepas dari pengetahuan inderawi. Karena itu dalam logikanya Aristoteles sangat banyak memberi tempat pada deduksi yang dipandangnya sebagai jalan sempurna menuju pengetahuan baru. Salah satu cara Aristoteles mempraktekkan deduksi adalah Syllogismos (silogosme).

Dalam filsafat, Aristoteles disebut sebagai tokoh madzhab Peripatis (peripatos, berjalan-jalan) yang menyadarkan diri pada deduksi untuk memperoleh kebijaksanaan. Sedangkan gurunya, Plato merupakan tokoh madzhab Illuminasionis yang juga mengandalkan jalan hati, asketisme dan penyucian jiwa dalam menyingkap realitas. Filsafat Aristoteles sangat sistematis. Sumbangannya kepada perkembangan ilmu pengetahuan besar sekali. Tulisan-tulisan Aristoteles meliputi bidang logika, etika, politik, metafisika, psikologi dan ilmu alam.
C.    Zaman Kegelapan / Abad Pertengahan (abad 12-13 Masehi)
Pada masa ini pemikiran ilmu pengetahuan lebih didominasi oleh karakteristik teosentris. Pada periode ini ilmu pengetahuan berpihak penuh pada otoritas agama (yang dalam hal ini bisa direpresentasikan oleh gereja dalam tradisi kristen); dimana ilmu pengetahuan berada dibawah pengawasan institusi gereja. Pengajaran imu-ilmu pengetahuan dilaksanakan digereja-gereja. Bukan hanya di barat, di dunia timur tengah (yang notabenenya merupakan daerah kekuasaan umat Islam), permasalahan ilmu pengetahuan juga diwarnai dengan perbincangan para penganut Plato dan aristoteles.

D.    Zaman pencerahan (abad 15 M)
Ilmu pengetahuan tidak berlandaskan pada “hukum Tuhan”, seperti dalam Abad Pertengahan, melainkan pada penalaran dari manusia itu sendiri untuk mengungkapkan kebenaran. Mulai sekarang manusia-lah yang dianggap sebagai titik fokus dari kenyataan. Filsuf-filsuf ini menekankan kemungkinan-kemungkinan akal budi ("ratio") manusia. Para filsuf mencoba melepaskan diri dari cengkraman gereja, sehingga kemudian dikenal istilah sekuralisasi pengetahuan.Tokoh awalnya adalah Copernicus yang mengintrodusir dalil bahwa bumi bukan pusat dari alam semesta, bukan seperti yang dikemukakan Ptolomeus dimana bumi adalah pusat jagad raya (geosentis) yang diperkuat oleh gereja. Teori Copernicus ini melahirkan revolusi pemikiran tentang ilmu astronomi. Kemudian muncul Keppler yang mengemukakan hukum astronomi bahwa orbit dari semua planet berbentuk elips. Pendapat ini diperkuat dengan pembuktian Galileo, dimana ia menyatakan bahwa pusat jagad raya adalah matahari (heliosentris). Dan bumi mengalami dua gerak (rotasi); yakni bergerak pada porosnya dan bergerak mengelilingi matahari. Ada juga Pascal yang menyusun dasar-dasar perhitungan statistic. Kemudian Newton yang melahirkan teori grafitasi, perhitungan calculus dan sistem kerja optik.

E.     Awal Zaman Modern (abad 16 M)
Rene Descartes
René Descartes merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode(1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). Descartes, kadang dipanggil "Penemu Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern", adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan membentuk rasionalisme kontinental yakni sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18. Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir.
Lima ide Descartes yang punya pengaruh penting terhadap jalan pikiran Eropa adalah: pandangan mekanisnya mengenai alam semesta;  sikapnya yang positif terhadap penjajagan ilmiah; tekanan yang, diletakkannya pada penggunaan matematika dalam ilmu pengetahuan; pembelaannya terhadap dasar awal sikap skeptis; dan  penitikpusatan perhatian terhadap epistemologi.
Descartes mengkategorikan pengetahuan ke dalam tiga bagian yang dapat diragukan yakni:
·         Pengetahuan yang berasal dari pengalaman inderawi dapat diragukan, semisal kita memasukan kayu lurus ke dalam air maka akan nampak bengkok.
·         Fakta umum tentang dunia semisal api itu panas dan benda yang berat akan jatuh juga dapat diragukan. Descrates menyatakan bagaimana jika kita mengalami mimpi yang sama berkali-kali dan dari situ kita mendapatkan pengetahuan umum tersebut.
·         Logika dan matematika, prinsip-prinsip logika dan matematika juga ia ragukan. Ia menyatakan bagaimana jika ada suatu makhluk yang berkuasa memasukan ilusi dalam pikiran kita, dengan kata lain kita berada dalam suatu matriks.

David Hume
Francis Bacon yang menjadi perintis filsafat ilmu pengetahuan dengan ungkapannya yang terkenal “knowledge is power”. Pada abad ini perdebatan tentang filsafat ilmu tidak lepas dari perdebatan dalam ilmu itu sendiri. Bacon dengan metode induksi yang memandang dalam menghasilkan ilmu pengetahuan para ilmuwan harus menghasilkan penyebutan yang seksama terhadap fenomena empiris yang diselidiki sebagai pendahuluan untuk mengidentifikasi “bentuk” obyek yang ingin dijelaskan. Berbeda dengan Descrates yang terfokus pada persoalan penyusunan sistem-sistem deduktif yang serba koheren dan konsisten dalam teori pengetahuan. Pada abad ini berbagai aliran filsafat muncul. Adapun paham-paham yang muncul secara garis besar adalah Rasionalisme, Empirisme, Kritisisme, Idealisme, Positivisme dan Marxisme.
David Hume menganut aliran Empirisme. Aliran Empirisme menyatakan bahwa tidak ada sesuatu dalam pikiran kita selain didahului oleh pengalaman. Aliran ini secara tegas menolak pandangan paham Rasionalisme yang berdasarkan pada kepastian yang bersifat apriori.


F.     Zaman Modern (abad 17-18 M)
Immanuel Kant
Seorang filsuf Jerman yang bernama Immanuel Kant. Aliran ini berusaha menjembantani pandangan-padangan yang saling bertentangan antara Rasionalisme dan Empirisme. Menurut Kant, pengetahuan merupakan hasil terakhir yang diperoleh dengan adanya kerjasama antara dua komponen, yaitu bahan-bahan yang bersifat pengalaman indrawi disatu pihak dengan pengolahan kesan-kesan yang bersangkutan sehingga terdapat suatu hubungan sebab akibat dalam kerangka pikir (rasio) dipihak lain. Kant mengemukakan bahwa pengetahuan harusnya sintesis apriori, yakni pengetahuan harus bersumber dari rasio dan empiris dan sekaligus bersifat apriori dan aposteriori.
Kant mengemukakan pendapatnya tentang transendenisme yakni membatasi pengetahuan manusia atau di luar kesanggupan manusia. Karya Kant yang terpenting adalah Kritik der Reinen Vernunft, 1781. Dalam bukunya ini ia mengemukakan apa yang bisa diketahui manusia. Ia menyatakan ini dengan memberikan tiga pertanyaan:
§  Apakah yang bisa kuketahui?
§  Apakah yang harus kulakukan?
§  Apakah yang bisa kuharapkan?
Pertanyaan ini dijawab sebagai berikut:
§  Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indera. Lain daripada itu merupakan “ilusi” saja, hanyalah ide.
§  Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”. Contoh: orang sebaiknya jangan mencuri, sebab apabila hal ini diangkat menjadi peraturan umum, maka apabila semua orang mencuri, masyarakat tidak akan jalan.
§  Yang bisa diharapkan manusia ditentukan oleh akal budinya. Inilah yang memutuskan pengharapan manusia.


Kelima, Positivisme yakni sistem filsafat yang dikembangkan oleh Auguste Comte, seorang matematikus dan filsuf dari Prancis, yang mengakui bahwa sumber pengetahuan berasal dari fakta-fakta positif dari fenomena-fenomena yang bisa diobservasi. Filsafat Positivisme ini juga disebut dengan Empirisme-kritis. Dan dari filsafat ini dikemudian hari lahirlah bidang ilmu sosiologi.
Keenam, Marxisme yang didirikan oleh Karl Marx atas perpaduan antara metode dealektika Hegel dan filsafat Materialisme Feuerbach. Pemikiran Marx bertalian sangat erat dengan sistem sosial dan ekonomi. Bagi Marx masalah filsafat bukan hanya sebatas masalah ilmu pengetahuan, melainkan juga masalah tindakan. Para filosof selama ini hanya sekedar menafsirkan dunia dengan berbagai cara, namun luput untuk berusaha mengubahnya. Filsafat ini juga yang melatari adanya revolusi industri di Eropa dan ideologi-ideologi besar di dunia.

G.    Zaman Postmodern (abad 19 M)
Auguste Compte
Auguste Comte, seorang matematikus dan filsuf dari Prancis dimana ia mengembangkan sistem filsafat yaitu Positivisme yakni yang mengakui bahwa sumber pengetahuan berasal dari fakta-fakta positif dari fenomena-fenomena yang bisa diobservasi. Filsafat Positivisme ini juga disebut dengan Empirisme-kritis. Dan dari filsafat ini dikemudian hari lahirlah bidang ilmu sosiologi.
Hegelisme
Frederich Hegel adalah seorang professor yang lahir di Stuttgart tahun1770 dan meninggal tahun 1813 yang melahirkan teori hegelisme. Hegel mengkritik pemikiran- pemikiran tokoh romantis seperti pemikiran schelling tentang ruh dunia. Hegel mengintrepetasikan ulang ‘ruh dunia’ akal manusia yakni seluruh perkataan manusia. Hegel menyatakan bahwa kebenaran merupakan hal yang sangat subyektif. Semua pengetahuan bagi Hegel adalah pengetahuan manusia. Ide-ide Hegel yakni:
·         Pertama, realitas bukanlah suatu keadaan tertentu, melainkan sebuah proses sejarahyang terus berlangsung.
·         Kedua, karena realitas merupakan suatu proses sejarah yang terus berlangsung, kunci untuk memahami realitas adalah memahami hakikat perubahan sejarah.
·         Ketiga, perubahan sejarah tidak bersifat acak, melainkan mengikuti suatu hukum yang dapat ditemukan.
·         Keempat, hukum perubahan itu adalah dialektika, yakni pola gerakan triadik yang terus berulang antara tesis, antitesis, dansintesis.
·         Kelima, yang membuat hukum ini terus bekerja adalah alienasi-yang menjamin bahwa urutan keadaan itu pada akhirnya akan dibawa menuju sebuah akhir akibat kontradiksi-kontradiksi dalam dirinya.
·         Keenam, proses itu berjalan di luar kendali manusia, bergerak karena hukum-hukum internalnya sendiri, sementara manusia hanya terbawa arus bersama dengannya.
·         Ketujuh, proses itu akan terus berlangsung samapi tercapai suatu situasi, di mana semua kontradiksi internal sudah terselesaikan.
·         Kedelapan, ketika situasi tanpa konflik ini tercapai, manusia tidak lagi terbawa arus oleh kekuatan-kekuatan yang bekerja di luar kendali mereka. Akan tetapi, untuk pertama kalinya manusia akan mampu menentukan jalan hidup mereka sendiri dan tentunya mereka sendiri akan menjadi penentu perubahan.
·          Kesembilan, pada saat inilah untuk pertama kalinya manusia dimungkinkan untuk memperolah kebebasannya dan pemenuhan diri.
·         Kesepuluh, bentuk masyarakat yang memungkinkan kebebasan dan pemenuhan diri itu bukanlah masyarakat yang terpecah-pecah atas individu-individu yang berdiri sendiri seperti dibayangkan oleh orang liberal.[5] Akan tetapi, merupakan sebuah masayrakat organik, di mana individu-individu terserap ke dalam suatu totalitas yang lebih besar, sehingga lebih mungkin memberi pemenuhan daripada kehidupan mereka yang terpisah-pisah.

Karl Marx
Karl Marx mendirikan marxisme atas perpaduan antara metode dealektika Hegel dan filsafat Materialisme Feuerbach. Pemikiran Marx bertalian sangat erat dengan sistem sosial dan ekonomi. Bagi Marx masalah filsafat bukan hanya sebatas masalah ilmu pengetahuan, melainkan juga masalah tindakan. Para filosof selama ini hanya sekedar menafsirkan dunia dengan berbagai cara, namun luput untuk berusaha mengubahnya. Filsafat ini juga yang melatari adanya revolusi industri di Eropa dan ideologi-ideologi besar di dunia.
H.    Zaman Pos-Pos Modern (Contemporer)
Aliran-aliran air dari pantai sampai pada laut dangkal. Auguste Compte yang mengemukakan teori positivisme mempengaruhi penemuan teori-teori baru yakni:
1.      Pragmatism (Pragmatisme)
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja. Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum. Ide menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan. Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Baratdi dalam sejarah. Tokoh pragmatisme adalah Charles Peirce. 
2.      Utilitarian
Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Benthamdan muridnya, John Stuart Mill. Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini, tersusunlah teori tujuan perbuatan. Menurut kaum utilitarianisme, tujuan perbuatan sekurang-kurangnya menghindari atau mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan yang dilakukan, baik bagi diri sendiri ataupun orang lain. Adapun maksimalnya adalah dengan memperbesar kegunaan, manfaat, dan keuntungan yang dihasilkan oleh perbuatan yang akan dilakukan. Perbuatan harus diusahakan agar mendatangkan kebahagiaan daripada penderitaan, manfaat daripada kesia-siaan, keuntungan daripada kerugian, bagi sebagian besar orang. Dengan demikian, perbuatan manusia baik secara etis dan membawa dampak sebaik-baiknya bagi diri sendiri dan orang lain.

3.      Capitalis (Kapitalisme)
Kapitalisme atau kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankankomersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu. Tokoh kapitalisme adalah Adam Smith.
4.      Hedonism (Hedonisme)
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Hedonisme ingin menjawab pertanyaan filsafat "apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?"  Hal ini diawali dengan Socrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia.  Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan.  Aristippos memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi. Pandangan tentang 'kesenangan' (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan seorang filsufYunani lain bernama Epikuros (341-270 SM). Menurutnya, tindakan manusia yang mencari kesenangan adalah kodrat alamiah.  Meskipun demikian, hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya mencakup kesenangan badani saja seperti Kaum Aristippos, melainkan kesenangan rohani juga, seperti terbebasnya jiwa dari keresahan. 
5.      Filsafat Bahasa (Analitik)
Filsafat bahasa adalah ilmu gabungan antara linguistik dan filsafat. Ilmu ini menyelidiki kodrat dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. Filsafat bahasa dibagi menjadi filsafat bahasa ideal dan filsafat bahasa sehari-hari. Filsafat bahasa ialah teori tentang bahasa yang berhasil dikemukakan oleh para filsuf, sementara mereka itu dalam perjalanan memahami pengetahuan konseptual. Filsafat bahasa ialah usaha para filsuf memahami conceptual knowledge melalui pemahaman terhadap bahasa. Dalam rangka mencari pemahaman ini, para filsuf telah juga mencoba mendalami hal-hal lain, misalnya fisika, matematika, seni, sejarah, dan lain-lain. Cara bagaimana pengetahuan itu diekspresikan dan dikomunikasikan di dalam bahasa, di dalam fisika, matematika dan lain-lain itu diyakini oleh para filsuf berhubungan erat dengan hakikat pengetahuan atau dengan pengetahuan konseptual itu sendiri. Jadi, dengan meneliti berbagai cabang ilmu itu, termasuk bahasa, para filsuf berharap dapat membuat filsafat tentang pengetahuan manusia pada umumnya.
Letak perbedaan antara filsafat bahasa dengan linguistik adalah linguistik bertujuan mendapatkan kejelasan tentang bahasa. Linguistik mencari hakikat bahasa. Jadi, para sarjana bahasa menganggap bahwa kejelasan tentang hakikat bahasa itulah tujuan akhir kegiatannya, sedangkan filsafat bahasa mencari hakikat ilmu pengetahuan atau hakikat pengetahuan konseptual. Dalam usahanya mencari hakikat pengetahuan konseptual itu, para filsuf mempelajari bahasa bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai objek sementara agar pada akhirnya dapat diperoleh kejelasan tentang hakikat pengetahuan konseptual itu.

I.       Kesimpulan
Filsafat telah ada dan berkembang sejak zaman sebelum masehi. Pada masa Yunani Kuno tokoh – tokoh yang berpengaruh adalah Heroklitos, Parmenides dan Socrates. Parmenides dan Heroklitos memliki pandangan yang berbeda, Parmenides cenderung tetap sedangkan Heraclitos berubah. Berlanjut setelahnya Plato dan Aristoteles, pemikiran-penikiran mereka sangat berpengaruh hingga sekarang terutama di bidang pemerintahan. Pada abad pertengahan (15 M), ilmu pengetahuan berpihak penuh pada otoritas agama (yang dalam hal ini bisa direpresentasikan oleh gereja dalam tradisi kristen); dimana ilmu pengetahuan berada dibawah pengawasan institusi gereja. Pengajaran imu-ilmu pengetahuan dilaksanakan digereja-gereja. Bukan hanya di barat, di dunia timur tengah.
Pada Abad 16 Rene Descartes dan David Hume mengemukakan pendapat tentang metode rasionalisme dan materialism. Immanuel Kant menjadi tokoh penting yang mengemukakan aliran transndenisme pada abad ke 17-18. Auguste Compte adalah tokoh yang mendasari metode ilmiah untuk semua bidang sehingga pada jaman pos pos modern muncul banyak aliran filsafat yakni pragmatisme, utilitarian, kapitalisme, dan hedonisme. Hingga pada masa kini, filsafat telah berkembang dalam kehidupan praktis. Selama manusia masih berpikir, filsafat akan terus ada dan berkembang. 




Daftar Pustaka
Setiawan,Budi.Sejarah Perkembangan Pemikiran Filsafat: Suatu
Pengantar ke Arah Filsafat lmu. http://fpk.unair.ac.id/webo/kuliah-  pdf/KUL_FIL_01_FPK.pdf.(diakses tanggal : 14 Oktober 2012)

_______.(2012).”Abad Pencerahan”.http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_pencerahan.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)
_______.(2012).”August Comte”.http://id.wikipedia.org/wiki/August_Comte.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)

_______.(2012).”Filsafat Bahasa”.http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Bahasa.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)

_______.(2012).”Filsafat Modern”.http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Modern.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)

_______.(2012).”Filsafat Barat”.http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_Barat.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)

_______.(2012).”Immanuel Kant”.http://id.wikipedia.org/wiki/Immanuel_Kant.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)

_______.(2012).”Nicolaus Copernicus”.
     http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolaus_Copernicus.(diakses tanggal : 13 Oktober
     2012)

_______.(2012).”Parmenides”.http://id.wikipedia.org/wiki/Parmenides.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)

_______.(2012).”Positivisme”.http://id.wikipedia.org/wiki/Positivisme.
     (diakses tanggal : 14 Oktober 2012)

_______.(2012).”Pragmatifisme”.http://id.wikipedia.org/wiki/Pragmatifisme.
     (diakses tanggal : 14 Oktober 2012)

_______.(2012).”Rene Descartes”.http://id.wikipedia.org/wiki/Rene_Descartes.
     (diakses tanggal : 13 Oktober 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar