By : Marsigit & Ida Supadmi
Hingga sekarang, kita mash banyak mendengar siswa mengeluh bahwa Matematika adalah pelajaran yang menakutkan dan, tidak menarik, dan sulit dalam pengerjaannya, juga tidak banyak terkait dengan kehidupan sehari-hari.salah satu upaya guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya di Sekolah Menengah Pertama adalah dengan membuat pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, menarik dan memberikan contoh atau menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu dengan memaksimalkan penggunaan alat bantu / alat peraga pengajaran diharapkan dapat membantu siswa dalam abstraksi matematika yang menjadi kesulitan siswa tersebut.
Sikap siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal (Winoto Putri,1993:33). Aktivitas siswa pun dipengaruhi oleh dua faktor tersebut. Pada faktor eksternal, guru harus memotivasi siswa terkait dengan skema Ki Hajar Dewantoro, yaitu “Ing Madyo Mangun Karso” yang berarti guru harus momotivasi siswa (Mugiharso,1993). Jadi guru harus kreatif dalam meningkatkan motivasi siswa. Berdasarkan perkembangan kognitif dari Piaget, usia siswa SMP merupakan usia operasi formal. Ada perubahan pemikiran konkret ke fungsi intelektual untuk abstraksi (Suardiman, 1986:36). Alat peraga dapat membantu proses abstraksi dari siswa tersebut
Hasil dari penelitian di SMP 5 Wates yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa alat peraga seperti papan dipaku, karet, kartu bermain, simpul kertas transparansi kerta, benang sipat dll sebagai model dalam pembelajaran matematika dapat digunakan oleh guru-guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar-mengajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar